8 November 2013

PROPOSAL INSTALASI PERUMAHAN "rumah sederhana"



BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Listrik merupakan energi yang bersih, mudah dibangkitkan, disalurkan, dikendalikan dan diubah dalam berbagai bentuk energi lain seperti cahaya, gerak, panas dan sebagainya. Oleh karena itu listrik banyak dimanfaatkan untuk menunjang kehidupan, baik dalam rumah tangga, industri, komersial, maupun pelayanan umum.
Pada saat sekarang ini listrik sudah menjadi kebutuhan bagi manusia. Tanpa energi tersebut maka secara otomatis keberadaan peralatan yang digunakan sumber listrik akan sulit untuk berfungsi. Listrik sebagai penerangan saat ini masih minim mendapatkan supply energi listrik.
Pada lokasi pedesaan sangat di butuhkan energi listrik sebagai penerangan dan tunjangan hidup mereka. Pada umumnya instalasi penerangan di pedesaan tersebut hanya menggunakan instalasi penerangan rumah tangga sederhana. Yaitu instalasi rumah sederhana yang tidak bertingkat, hal ini disebabkan karena lokasi pemukiman yang masih mungkin untuk dikembangkan ke samping. Pada instalasi seperti ini menggunakan sekring 1 fasa dengan 2 grup. Instalasi perumahan di kota-kota besar yang sangat sulit untuk mengembangkan bangunan ke samping. Maka orang akan melakukan perkembangan keatas.
Apabila instalasi tersebut diperhatikan dengan sangat mendetail maka akan memperkecil kemungkinan terjadi korsleting. Dengan banyak perusahaan instalasi yang menarkan jasa instalasi yang berbeda namun harus tetap memperhatikan peraturan-peraturan yang sesuai dengan Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL2000).
Dalam perencanaan dan pemasangan instalasi listrik juga ada factor lain seperti keamanan dan penyambungan kabel juga untuk diperhatikan. Karena berkaitan dengan keamanan dan keamanan mempunyai prioritas yang sangat tinggi dalam perencanaan dan pemasangan instalasi. Jangan sampai akibat kelalaian dalam pemasangan instalasi listrik ini mengakibatkan masalah baru bahkan mengancam jiwa manusia.
Melalui praktikum yang dilaksanakan, diharapkan dapat meningkatkan kualitas instalatur tersebut. Sehingga dapat dikatakan melalui pendidikan di perguruan tinggi diharapkan kebutuhan akan tenaga instalasi (instalatur) yang berkompeten dan berdaya saing dalam industri dan dunia usaha dapat terpenuhi.
Instalasi perumahan adalah suatu pemasangan instalasi penerangan rumah tangga yang umum dilakukan. Pada saat sekarang ini energi listrik sangat dibutuhkan baik itu untuk instalasi penerangan maupun untuk instalasi tenaga. Listrik merupakan kebutuhan primer pada saat ini, dimana setiap peralatan elektronik sangat membutuhkan arus listrik untuk menjalankannya. Energi listrik begitu vital keberadaannya. Tanpa energi listrik tersebut maka secara otomatis keberadaan peralatan lain akan sulit untuk berfungsi.



Untuk pemasangan instalasi listrik penerangan dan tenaga untuk rumah terlebih dahulu harus dilihat gambar-gambar rencana instalasi yang sudah dibuat oleh perencana berdasarkan denah rumah atau bangunan dimana instalasinya akan dipasang. Selain itu juga spesifikasi dan syarat-syarat pekerjaan yang diterima dari pemilik bangunan atau rumah dan syarat tersebut tidak terlepas dari peraturan yang harus di penuhi dari yang berwajib dari PLN setempat.
Kami mahasiswa dari jurusan teknik elektro (pendidikan teknik elektro), dengan bekal yang kami miliki selama belajar di Universitas Negeri Padang kami ingin melakukan proyek instalasi penerangan rumah sederhana dengan berdasarkan pada PUIL 2000 sebagai acuan dalam pelaksanaan praktek penerangan rumah sederhana.

1.1.Identifikasi Masalah
Dari latar belakang di atas, identifikasi masalah yang ditemukan yaitu ketiksesuain pengguna komponen instalasi listrik di lapangan, seperti:
1.      Warna kabel penghantar
2.      Luas penampang penghantar
3.      Proteksi utama
4.      Penyammbungan kabel dam kontak sambung

1.2.Rumusan Masalah
1.      Bagaimana cara pemasangan  Instalasi rumah sederhana yang sesuai dengan Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL 2000)?
2.      Bagaimana cara instalasi perumahan tersebut?

1.3.Batasan Masalah
Peraturan instalasi rumah sederhana terdapat pada PUIL 2000 pada kegiatan kali ini hanya terdapat pada perancangan instalasi rumah sederhana. Yaitu rumah sederhana tidak bertingkat.
1.4.Tujuan
Dengan diajukannya proposal ini praktek ini di harapkan agar mahasiswa dapat melakukan praktek isntalasi perumahan (rumah tidak bertingkat 1 fasa 2 grup) sesuai dengan rancangan gambar instalasi yang telah dibuat agar lebih memahami dan terampil dalam pemasangan instalasi listrik.


1.      Tujuan internal
Ø  Sebagai tugas akhir pada mata kuliah praktikum instalasi listrik dasar.
Ø  Sebagai praktek terakhir praktikum instalsi listrik dasar yaitu rumah sederhana tidak bertingkat.
2.      Tujuan eksternal
Ø  Sebagai acuan pemasangan instalasi rumah sederhana di lingkungan masyarakat.
Ø  Terampil dalam merancang gambar instalasi sederhana.
Ø  Memahami bagaimana cara penempatan letak komponen dengan baik.
Ø  Sebagai acuan untuk mempermudah dalam pemasangan instalasi rumah sederhana.

1.5.Ruang Lingkup Kegiatan
1.      Judul kegiatan
“Praktek instalasi listrik dasar (Instalasi Perumahan Tidak Bertingkat, 1 fasa 2 grup)
2.      Bentuk kegiatan
Bentuk kegiatan yang akan dilakukan adalah:
Ø  Observasi, yaitu merencanakan semua penempatan komponen-komponen listrik yang akan dipasang.
Ø  Drawing, yaitu menggambarkan single line diagram dan wiring diagram, dan pemasangan pemipaan.
Ø  Rekapitulasi, membuat data teknis dari komponen-komponen yang akan digunakan, contohnya rekapitulasi daya.
Ø  Pemasangan instalasi, di mulai dari pemipaan, pengkabelan dan pemasangan komponen-komponen lainnya.l
Ø  Waktu dan tempat kegiatan
Tanggal:
Tempat: Workshop EB5 Jurusan Teknik Elektro









BAB II
LANDASAN TEORI
1.2.  Instalasi Listrik Untuk Rumah
Menurut peraturan Menteri Pekerja Umum dan Tenaga Listrik nomor 023/PRT/1978, pasal 1 butir 5 tentang Instalsi Listrik, menyatakan bahwa instalasi listrik adalah saluran listrik termasuk alat-alatnya yang terpasang didalam dan atau diluar bangunan untuk menyalurkan arus listrik setelah atau dibelakang pesawat pembatas/meter milik perusahaan.
Sistem penyaluran dan cara pemasangan instalasi listrik di Indonesia pun harus mengikuti aturan yang ditetapkan oleh PUIL (Peraturan Umum Instalasi Listrik) yang diterbitkan pada tahun 1977, kemudian direvisi pada tahun1987 dan akhirnya pada tahun 2000. Tujuan dari Peraturan Umum Instalasi Listrik di Indonesia adalah:
Ø  Melindungi manusia terhadap bahaya sentuhan dan kejutan arus listrik.
Ø  Keamanan instalasi dan pealatan listrik.
Ø  Menjaga gedung serta isinya dari bahaya kebakaran akibat gangguan listrik.
Ø  Menjaga ketenangan listrik dan aman serta efisien.
Agar energi listrik dapat dimanfaatkan secara aman dan efisien, maka ada syarat-syarat yang harus dipatuhi oleh pngguna energy listrik. Peraturan instalsi listrik terdapat dalam buku peraturan Umum Instalasi Listrik atau yang sering disingkat dengan PUIL. Dimulai dari tahun 2000, kemudian direvisi tahun 1987, dan terakhir tahun 2000. System instalsi listrik yang dimulai dari sumber listrik ( tegangan, frekuensi), peralatan listrik. Cara pemasangan, pemerliharaan dan keamanan, sudah diatur di dalam PUIL. Jadi setiap rencana instalasi listrik, instalatur ( pelaksana), operator, pemeriksa dan pemakai jasa listrik wajib mengetahui dan memahami Peraturan Umum Instalsi Listrik (PUIL). PUIL tidak berlaku bagi beberapa system instalasi listrik tertentu seperti :
Ø  Bagian instalasi tegangan rendah untuk menyalurkan berita atau isyarat,
Ø  Instalasi untuk keperluan telekomunikasi dan instalasi kereta rel listrik.
Ø  Instalasi dalam kapal laut, kapal terbang, kereta rel listrik, dan kendaraan yang digerakkan secara mekanis.
Ø  Instalasi listrik pertambangan di bawah tanah.
Ø  Instalasi tegangan rendah tidak melebihi 25 v dan daya kurang dari 100 Watt.
Ø  Instalasi khusus yang di awasi oleh instalasi yang berwenang (misalnya : instalasi untuk telekomunikasi, pengawasan, pembangkitan, transmisi, distribusi tenaga listrik untuk daerah wewenang instansi kelistrikan tersebut).




2.2.  Syarat – syarat Pemasangan Instalasi Rumah
Untuk pemasangan instalasi listrik penerangan dan tenaga untuk rumah terlebih dahulu harus melihat gambar – gambar rencana instalasi yang sudah dibuat oleh perencana berdasarkan denah rumah atau bangunan di mana instalasinya akan di pasang. Selain itu juga spesifikasinya dan syarat-syarat pekerjaan yang diterima dari pemilik bangunan atau rumah, dan syarat tersebut tidak terlepas dari peraturan yang harus dipenuhi dari yang berwajib yang mengeluarkan peraturan yaitu PLN setempat.

Syarat – syarat Pekerjaan Instalasi Rumah :
Ø  Gambar situasi untuk menyatakan letak bangunan, dimana instalasinya akan di pasang serta rencana penyambungannya dengan jaringan PLN.

Gambar instalasi, yaitu rencana penempatan semua peralatan listrik yang akan dipasang dan sarana pelayanannya, misalnya : titik lampu, saklar, dan kotak kontak, Panel Hubung Bagi  ( PHB ), data teknis yang penting dari setiap peralatan listrik yang akan dipasang.

Ø  Rekapitulasi, rekapitulasi atau perhitungan jumlah dari komponen yang kana diperlukan antara lain :
-          Rekapitulasi Material
-          Rekapitulasi Daya


Oleh karena itu dengan mengacu pada ketentuan – ketentuan di atas semua pekerjaan listrik termasuk pemasangan instalsi penerangan dan instalasi tenaga pada suatu bangunan atau rumah akan bekerja dengan baik.  Hal ini juga sangat berguna bagi kami sebagai mahasiswa tentunya agar nantinya bias menjadi seorang perencana yang terampil.

2.3.  Komponen – komponen Instalasi Listrik
1.      Bahan Penghantar Listrik
Beberapa pengertian huruf yang digunakan pada kode kabel adalah :
N                       : Kabel standart berpenghantar tembaga.
NA                    : Kabel standart berpenghantar aluminium
Y                       : Isolasi atau selubung PVC
F                        : Perisai kawat baja pipih


R                       : Perisai kawat baja bulat
Gb                     : Spiral pita baja
Re                     : Penghantar padat bulat ( tunggal )
Rm                    : penghantar bulat berkawat banyak (serabut )
Se                      : Penghantar padat bentuk sector.
Sm                     : Penghantar kawat banyak bentuk sector.

Biasanya dalam instalasi digunakan kawat NYA dan NGA, syarat – syarat penggunaannya :
1.      Harus dimasukkan dalam pipa instalasi (agar jauh dari jangkauan tangan )
2.      Pada ruang lembab dimasukkan dalam pipa PVC.
3.      Tidak boleh langsung menempel pada dinding ( plasteran, beton, kayu).
4.      Pemasangan diluar jangkauan tangan boleh dipasang secara terbuka dengan menggunakan isolator jepit / rol isolator.
5.      Tidak boleh digunakan dalam ruang basah dan terbuka serta gudang yang mudah terbakar.

Syarat –syarat penggunaan NYM :
1.      Boleh dipasang langsung menempel pada dinding beton, dinding kayu, ruang lembab/ basah.
2.      Tidak boleh dipasang di dalam tanah.
3.      Untuk pemasangan diruang lembab, kotak sambung harus kedap air/tidak lembab.

2.      Kotak Listrik ( Stop Kontak )
Fungsi : untuk mendapatkan sumber tegangan, tegangan yang diperoleh dari hantaran fasa dan netral. Syarat pemasangan stop kontak ini minimal 1,25m dari lantai, supaya terhindar dari jangkauan anak – anak.
     
Pemasangan kotak kontak apaila pda posisi Horizontal letak fasa sebelah kiri dan apabila pada posisi Vertikal letak fasa sebalah atas.

3.      Fitting
Ø  Fitting langit – langit








Ø  Fitting gantung

Ø  Fitting kedap air

4.      Sakelar
Sakelar adalah komponen yang digunakan untuk memutuskan dan menghubungkan rangkaian listrik.
Jenis-jenis sakelar:
Ø  Sakelar tunggal
Sakelar tunggal adalah sakelar yang berfungsi tunggal yang hanya dapat menyalakan dan memadamkan sebuah lampu.
Ø  Sakelar seri
Sakelar seri adalah sakelar yang digunakan untuk menghidupkan dan memadamkan lampu yang berlainan tempat.
Ø  Sakelar tukar
Sakelar tukar juga disebut sakelar hotel, sakelar ini biasanya digunakan pada instalasi rumah bertingkat dan hotel. Pada umumnya sakelar tukar ditempatkan di tangga, lorong-lorong kamar hotel, untuk menghidupkan lampu dari sua tempat.

5.      Pengaman
Ø  Mengamankan sistem instalasi listrik (hantaran, perlengkapan listrik dan alat/pesawat yang menggunakan listrik).
Ø  Melindungi/membatasi arus lebih yang disebabkan oleh pemakain beban yang berlebihan dan akibat hubungan singkat antara fasa, fasa dengan netral, atau fasa dengan beban (body).
Ø  Melindungi hubung singkat dengan beban mesin atau perlengkapan lainnya.
-          Pengaman ulir
Gambaran mengenai rumah sekering, tudung sekering dan pengepas praton.

 

6.      Sengkang (klem)
Sengkang atau klem adalah suatu bahan yang dipakai untuk menahan pipa agar dapat dipasang pada dinding atau langit-langit. Sengkang dibuat dari plat besi, serupa dengan bahan pipa.
7.      Kotak sambung
Penyambungan kabel atau kawat dalam instalasi listrik harus dilakukan dalam kotak sambung dan tidak boleh dilakukan dalam pipa, sebab dikhawatirkan akan mengalami putus akibat penarikan, selain itu sambungan listrik dalam pipa pelat akan memudahkan terjadi kontak listrik dengan pipa sehingga berbahaya bagi manusia.

2.4.  Indentifikasi Hantaran dengan Warna
Menurut Ir.E.Setiawan dalam bukunya yang berjudul “Instalasi Listrik Arus Kuat” (1981:72) mengenai penggunaan warna untuk identifikasi hantaran berlaku ketentuan-ketentuan dibawah ini (pasal 720):
*      Untuk hantaran pentanahan hanya boleh digunakan warna majemuk hijau-kuning. Warna ini tidak boleh digunakan untuk tujuan lain.
*      Pada instalasi dengan hantaran netral atau kawat tengah, harus digunakan warna biru. Hanya pada instalasi hantaran netral atau kawat tengah, warna biru boleh digunakan untuk maksud lain, kecuali untuk menandai hantaran pentanahan.
*      Pada instalasi tiga-fasa warna-warna yang harus digunakan untuk fasa-fasanya ialah:
ü  Warna merah untuk fasa R
ü  Warna merah untuk fasa S dan
ü  Warna merah untuk fasa T
*      Ketentuan-ketentuan diatas berlaku utnuk semua instalasi pasangan tetap maupun sementara, termasuk dalam perlengkapan hubung bagi. Untuk pengawatan didalam peralatan listrik dianjurkan hanya digunakan satu warna khusus dan warna majemuk lain didalam peralatan listrik tidak dilarang.
*      Kabel berselubung berurat tunggal boleh dugunakan untuk hantaran fasa, netral, maupun pentanahan, asalkan isolasi yang terlihat diujung kabel dibalut dengan pita berwarna yang sesuai dengan warna-warna tersebut diatas (720 f1).
*      Utnuk isntalasi rumah tidak bertingkat kami menggunakan kabel penghantar warna (merah), netral (biru) dan ground (hijau-kuning).
2.5.Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Pada setiap kegiatan praktikum listrik tentu saja mempunyai keselamatan dan kesehatan kerjanya. Hal ini sangat dibutuhkan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Adapun keselamatan dan kesehatan kerja tersebut adalah:
ü  Gunakanlah pakain pratikum
ü  Bacalah petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar.
ü  Janganlah memberikan tegangan pada rangkaian yang melebihi batas yang ditentukan.
ü  Hati-hati dalam melakukan praktikum gunakanlah alat sesuai dengan fungsinya.




 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar