MASALAH
EKONOMI DAN SOLUSINYA
Terlebih dahulu kita harus tau
pengertian ilmu ekonomi.Kata ekonomi berasal dari kata oikonomia yang merupakan
bahasa Yunani. Oikos berarti rumah, dan nomos berarti aturan. Dengan demikian,
ekonomi dapat diartikan sebagai mengatur rumah tangga.
Jadi, ilmu ekonomi adalah ilmu pengetahuan yang membahas tentang usaha-usaha manusia untuk mencapai kemakmuran, atau kesejahteraan.
Kemakmuran adalah suatu keadaan dimana segala kebutuhan telah terpenuhi walaupun dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas.
Jadi, ilmu ekonomi adalah ilmu pengetahuan yang membahas tentang usaha-usaha manusia untuk mencapai kemakmuran, atau kesejahteraan.
Kemakmuran adalah suatu keadaan dimana segala kebutuhan telah terpenuhi walaupun dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas.
Dari
banyaknya kebutuhan hidup manusia itu maka dapat menimbulkan masalah atau
persoalan ekonomi, seperti:
a. Persoalan kebutuhan manusia. “tidak terbatas”,
karena perkembangan kehidupan manusia itu sendiri yang dipengaruhi oleh
pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi yang sederhana sehingga menimbulkan
masalah dalam ekonomi.
b. Persoalan keterbatasan atau
kelangkaan. Yaitu alat sebagai alat pemuas kebutuhan pada dasarnya terbatas.
Misalnya, pakaian harus dibuat, atau dicari, sebab tidak semua orang bisa
membuat pakaian, makanan harus dicari dan diusahakan agar ada makanan setiap
saat. Terbatasnya kemampuan manusia, tenaganya, pikirannya, pendapatannya,
terbatas jumlah yang bisa diusahakan. Oleh sebab itu, setiap manusia harus
berusaha agar dapat menjaga kehidupannya.
Kebutuhan manusia yang terus menerus bertambah akan
menyebabkan semakin sulitnya alat pemuas kebutuhan manusia itu dicari dan
didapatkan. Karena sumber ekonomi yang digunakan untuk memproduksi alat pemuas
kebutuhan manusia makin lama akan semakin habis dipakai, akibatnya timbul
kelangkaan sumber ekonomi.
inti masalah ekonomi adalah, keterbatasan sarana (
sumber daya ), dalam memenuhi kebutuhan hidup disebut kelangkahan atau
kesenjangan, atau gap ( atau masalah itu sendiri ) adalah, suatu perbedaan
antara harapan dan kenyataan itu yang disebut dengan masalah.
kelangkahan antara kebutuhan yang bersifat tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang terbatas adanya.
kelangkahan sarana atau sumberdaya dikarenakan
a. diperolehnya memerlukan pengorbanan ekonomis.
b. dihasilkan melalui proses produksi yang memerlukan waktu.
c. faktor produksi sebagai sumber daya ekonomi sangat terbatas keberadaannya.
kelangkahan antara kebutuhan yang bersifat tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang terbatas adanya.
kelangkahan sarana atau sumberdaya dikarenakan
a. diperolehnya memerlukan pengorbanan ekonomis.
b. dihasilkan melalui proses produksi yang memerlukan waktu.
c. faktor produksi sebagai sumber daya ekonomi sangat terbatas keberadaannya.
A. Masalah pokok ekonomi klasik
Teori ini berdasarkan pemikiran Adam Smith, David
Ricardo dan John Stuart Mill yang menekankan kekuatan pasar sehingga menolak
campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi. Pemikiran ini bertjuan untuk
mencapai kemakmuran. Masalah ekonomi klasik meliputi 3 hal yaitu:
1. Masalah Produksi
Masalah produksi adalah permasalahan
bagaimana memproduksi semua benda (barang dan jasa) yang dibuthkan oleh orang
banyak.
2. Masalah Distribusi
Setelah benda selesai diproduksi
masalah berikutnya adalah bagaimana supaya benda-benda tersebut bisa sampai ke
tangan konsumen yang membutuhkan
3. Masalah Konsumsi
Adalah persoalan kebutuhan, selera,
serta daya beli konsumen
B. Masalah Pokok Ekonomi Modern
Masalah
ekonomi yang dihadapi setiap masyarakat di era modern meliputi ;
1. Apa (What)Baratng dan jasa apa saja
yang akan diproduksi dan dalam jumlah berapa, harus ditentukan.Karena tujuan
produksi tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan, tapi juga untuk menghasilkan
keuntungan maksimum.
2. Bagaimana (How)
Dengan cara bagaimana proses
produksi akan dilakukan? Madsudnya siapa yang akan melaksanakan, sumber daya
apa yang digunakan, dengan teknologi apa barang-barang tersebut dihasilkan,
seberapa besar skala produksinya. Jadi sebelum produksi, dilakukan riset untuk
membuat perencanaan. Cara produksi dipengaruhi oleh beberapa faktor :
a. Tujuan produksi misalnya untuk
menyerap tenaga kerja maka produksi dilakukan dengan sistem padat karya.
b. Pilihan kombinaasi sumbr daya alam,
manusia, dan modal.
c. Perencanaan proses produksi untuk
mendapatkan keuntungan maksimum dengan biaya minimum.
d. Penentuan teknologi yang digunakan.
e. Pertimbangan faktor-faktor eksternal seperti
harga, perekonomian nasional dan internasional, tingkat suku bunga, biaya
pardukaasi, inflasi, kurs valas dan sebagainya.
3. Siapa pelaku produksi(Who)
Pada era modern sekarang ini
produksi bisa dilakukan oleh siapa saja apakah oleh pemerintah pihak swaasta
atau oleh koperasi karena salah satu ciri modernisasi adalah spesialisasi.
4. Untuk Siapa (For Whom)
Untuk siapakah barang dan jasa yang dihasilkan
itu? Siapa yang harus menerima dan memperoleh manfaat dari barang dan jasa
tersebut? Kkarena barang yang diproduksi harus memperhatikan konsumen yang akan
menggunakan apakah dari segi umur, jenis kelamin, pendapatan ,selera,
kebudayaan dan lainnya.
C. MASALAH POKOK DALAM EKONOMI & CARA MENGATASINYA
MASALAH EKONOMI
A.
KEBUTUHAN
MANUSIA
Pada
dasarnya, manusia bekerja mempunyai tujuan tertentu, yaitu memenuhi kebutuhan.
Kebutuhan tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari. selama hidup manusia membutuhkan
bermacam-macam kebutuhan, seperti makanan, pakaian, perumahan, pendidikan, dan
kesehatan. Kebutuhan dipengaruhi oleh kebudayaan, lingkungan, waktu, dan agama.
Semakin tinggi tingkat kebudayaan suatu masyarakat, semakin tinggi / banyak
pula macam kebutuhan yang harus dipenuhi.
1. Macam-macam kebutuhan
manusiaa. Kebutuhan menurut tingkatan atau intensitasnya
1) Kebutuhan primer /pokok
Kebutuhan
primer adalah kebutuhan yang sangat mutlak harus dipenuhi, artinya apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi,
maka manusia akan mengalami kesulitan dalam kehidupannya
Contoh: sandang, pangan, papan, dan kesehatan.
Contoh: sandang, pangan, papan, dan kesehatan.
2) Kebutuhan sekunder / tambahan
Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan kedua, artinya kebutuhan yang pemenuhannya setelah kebutuhan pokok terpenuhi
Contoh: lemari, sepeda, tempat tidur, dan meja kursi
Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan kedua, artinya kebutuhan yang pemenuhannya setelah kebutuhan pokok terpenuhi
Contoh: lemari, sepeda, tempat tidur, dan meja kursi
3) Kebutuhan tersier / kemewahan
Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi.
Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi.
b. Kebutuhan menurut waktunya
1. Kebutuhan sekarang
sekarang
adalah kebutuhan yang pemenuhannya tidak bisa ditunda- tunda lagi/kebutuhan
yang harus segera dipenuhi
Contoh: makan, minum, tempat tinggal, dan obat-obatan
Contoh: makan, minum, tempat tinggal, dan obat-obatan
2. Kebutuhan yang akan datang/masa depan
Kebutuhan yang akan datang adalah kebutuhan yang pemenuhannya dapat ditunda, tetapi harus dipikirkan mulai sekarang.
Contoh: tabungan
Kebutuhan yang akan datang adalah kebutuhan yang pemenuhannya dapat ditunda, tetapi harus dipikirkan mulai sekarang.
Contoh: tabungan
3. Kebutuhan tidak tentu waktunya
Kebutuhan ini disebabkan sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba / tidak disengaja yang sifatnya insidental
Contoh : konsultasi kesehatan
Kebutuhan ini disebabkan sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba / tidak disengaja yang sifatnya insidental
Contoh : konsultasi kesehatan
4. Kebutuhan sepanjang waktu
Kebutuhan sepanjang waktu adalah kebutuhan yang memerlukan waktu/lam
Kebutuhan sepanjang waktu adalah kebutuhan yang memerlukan waktu/lam
c. Kebutuhan menurut sifatnya
1) Kebutuhan jasmani
Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang diperlukan untuk pemenuhan fisik/jasmani yang sifatnya kebendaan
Contoh: makanan, pakaian, olahraga, dan istirahat
Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang diperlukan untuk pemenuhan fisik/jasmani yang sifatnya kebendaan
Contoh: makanan, pakaian, olahraga, dan istirahat
2) Kebutuhan rohani
Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang
diperlukan untuk pemenuhan jiwa atau rohani. Kebutuhan ini sifatnya relatif
karena tergantung pada pribadi seseorang yang membutuhkan.
Contoh: beribadah, rekreasi, kesenian, dan hiburan
Contoh: beribadah, rekreasi, kesenian, dan hiburan
d. Kebutuhan menurut aspeknya
1. Kebutuhan individuKebutuhan individu adalah
kebutuhan yang hanya diperlukan untuk memenuhi
kebutuhan seorang saja
Contoh: kebutuhan petani waktu bekerja berbeda dengan kebutuhan seorang dokter
Contoh: kebutuhan petani waktu bekerja berbeda dengan kebutuhan seorang dokter
2. Kebutuhan sosial (kelompok)
Kebutuhan sosial adalah kebutuhan yang diperlukan untuk memenuhi kepentingan bersama kelompok.
Contoh: siskamling, gedung sekolah, rumah sakit, dan jembatan
Kebutuhan sosial adalah kebutuhan yang diperlukan untuk memenuhi kepentingan bersama kelompok.
Contoh: siskamling, gedung sekolah, rumah sakit, dan jembatan
2. Benda dan Jasa
Benda adalah alat/sarana untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung yang bersifat konkret, sedangkan jasa adalah alat/sarana pemuas kebutuhan manusia yang bersifat abstrak.
Barang atau benda dibedakan menjadi empat macam
a. Berdasarkan cara memperolehnya
1) Barang ekonomi adalah barang yang jumlahnya terbatas dan untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan
Contoh: makanan, pakaian, air bersih, rumah, dan alat-alat rumah tangga
a) Barang ekonomi berwujud yang disebut benda
Contoh: makanan, mobil, dan rumah
b) Barang ekonomi tak berwujud yang disebut jasa
Contoh: jasa guru, dokter, montir mobil, dan hiburan
2) Barang bebas adalah barang yang
jumlahnya cukup banyak dan melebihi kebutuhan
manusiaBenda adalah alat/sarana untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung yang bersifat konkret, sedangkan jasa adalah alat/sarana pemuas kebutuhan manusia yang bersifat abstrak.
Barang atau benda dibedakan menjadi empat macam
a. Berdasarkan cara memperolehnya
1) Barang ekonomi adalah barang yang jumlahnya terbatas dan untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan
Contoh: makanan, pakaian, air bersih, rumah, dan alat-alat rumah tangga
a) Barang ekonomi berwujud yang disebut benda
Contoh: makanan, mobil, dan rumah
b) Barang ekonomi tak berwujud yang disebut jasa
Contoh: jasa guru, dokter, montir mobil, dan hiburan
Contoh: air laut, sinar matahari, dan udara
3)Barang
illith adalah barang yang jumlahnya berlebihan sehingga menimbulkan bencana/
kerugian
Contoh: banjir, kebakaran, dan topan
Contoh: banjir, kebakaran, dan topan
b. Berdasarkan kegunaannya
1)
Barang
subsitusi adalah barang pengganti, artinya barang yang fungsinya menggantikan barang lain
Contoh : kayu bakar pengganti minyak tanah, jagung pengganti ketela pohon
Contoh : kayu bakar pengganti minyak tanah, jagung pengganti ketela pohon
2)
Barang komplementer adalah barang pelengkap,
artinya barang yang fungsinya untuk melengkapi barang lain.
Contoh: tinta dengan bolpoin, bensin dengan sepeda motor, gula dengan kopi
Contoh: tinta dengan bolpoin, bensin dengan sepeda motor, gula dengan kopi
c. Berdasarkan jaminannya
1)
Barang
tetap/tidak bergerak adalah barang yang dapat digunakan untuk jaminan kredit
jangka panjang
Contoh: tanah, rumah, dan gedung
Contoh: tanah, rumah, dan gedung
2)
Barang
bergerak adalah barang yang dapat digunakan untuk jaminan kredit jangka pendek.
Contoh: perhiasan, TV, dan sepeda motor.
Contoh: perhiasan, TV, dan sepeda motor.
e.
Berdasarkan
proses produksinya
1)
Barang
mentah adalah barang yang belum mengalami proses produksi
Contoh : kapas, kayu, getah, dan karet
Contoh : kapas, kayu, getah, dan karet
2)
Barang
setengah jadi adalah barang yang sudah mengalami proses produksi, tetapi belum
memenuhi kebutuhan manusia secara sempurna
Contoh: kapas menjadi benang, kayu menjadi papan
Contoh: kapas menjadi benang, kayu menjadi papan
3)
Barang jadi adalah barang yang sudah mengalami
proses produksi dan dapat memenuhi kebutuhan manusia secara sempurna
Contoh : kain, perabot rumah tangga
Contoh : kain, perabot rumah tangga
3. Biaya sehari-hari
Biaya sehari-hari adalah biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi sehari-hari yang dinyatakan dengan satuan uang. Biaya sehari-hari antara manusia satu dengan manusia yang lain tidak selalu sama, dan tidak semua kebuthan sehari-hari selalu dapat dipenuhi. Hal ini karena keterbatasan/kelangkaan sumber daya alam tersebut.
Biaya sehari-hari adalah biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi sehari-hari yang dinyatakan dengan satuan uang. Biaya sehari-hari antara manusia satu dengan manusia yang lain tidak selalu sama, dan tidak semua kebuthan sehari-hari selalu dapat dipenuhi. Hal ini karena keterbatasan/kelangkaan sumber daya alam tersebut.
4. Biaya peluang
Tidak semua kebutuhan terpenuhi maka manusia mencari pilihan yang tepat untuk memenuhi kebutuhannya. Oleh karena adanya pilihan lain inilah terjadi biaya peluang. Biaya peluang adalah biaya yang tidak jadi dikeluarkan/dikorbankan karena seseorang beralih untuk membeli barang yang lain. Di dalam mengalokasikan sumber daya dan barang sebagai alat pemuas kebutuhan harus dilakukan secermat mungkin agar pengalokasian tersebut dapat memenuhi kebutuhan, baik vertikal maupun horizontal.
Tidak semua kebutuhan terpenuhi maka manusia mencari pilihan yang tepat untuk memenuhi kebutuhannya. Oleh karena adanya pilihan lain inilah terjadi biaya peluang. Biaya peluang adalah biaya yang tidak jadi dikeluarkan/dikorbankan karena seseorang beralih untuk membeli barang yang lain. Di dalam mengalokasikan sumber daya dan barang sebagai alat pemuas kebutuhan harus dilakukan secermat mungkin agar pengalokasian tersebut dapat memenuhi kebutuhan, baik vertikal maupun horizontal.
KELANGKAAN
Sumber daya alam dan jumlahnya sangat terbatas. Bahkan, SDA tersebut berangsur-angsur berkurang, bahkan akan habis dalam memenuhi kebutuhan manusia. Oleh karena itu, mengakibatkan kelangkaan. Jadi, kelangkaan adalah terbatasnya macam dan SDA yang ada untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Sumber daya alam dan jumlahnya sangat terbatas. Bahkan, SDA tersebut berangsur-angsur berkurang, bahkan akan habis dalam memenuhi kebutuhan manusia. Oleh karena itu, mengakibatkan kelangkaan. Jadi, kelangkaan adalah terbatasnya macam dan SDA yang ada untuk memenuhi kebutuhan manusia.
CARA MENGATASI KELANGKAAN DAN MASALAH POKOK EKONOMI.
Dalam
kehidupan ekonomi sehari-hari , terdapat beberapa permasalahan yang mendasar
dan harus dicarikan jalan keluarnya atau solusinya. Solusi yang ada untuk
mengatasi hal ini, kita membutuhkan system ekonomi yang tepat dan sesuai dengan
kondisi permasalahan ekonomi yang ada.
Sistem ekonomi adalah perpaduan dari peraturan atau cara-cara yang merupakan satu kesatuan yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu dalam perekonomian.
Sistem ekonomi di dunia ini dapat digolongkan menjadi 4 macam :
Sistem ekonomi adalah perpaduan dari peraturan atau cara-cara yang merupakan satu kesatuan yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu dalam perekonomian.
Sistem ekonomi di dunia ini dapat digolongkan menjadi 4 macam :
A.
System Ekonomi Tradisional
adalah
suatu system ekonomi dimana dalam menggunakan factor-faktor produksi masih
dengan pola tradisi atau adapt kebiasaan yang tergantung pada factor alam.
Ciri-cirinya
:
1.
belum
ada pembagian kerja
2.
tukar
menukar dengan system barter
3.
hasil
produksi dan system distribusi terbentuk karena kebiasaan / tradisi
4.
produksi
yang dihasilkan / dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri
5.
kehidupan
masyarakat yang bersifat kekeluargaan diatur secara bersama-sama
alam merupakan sumber kemakmuran
alam merupakan sumber kemakmuran
Kebaikannya
:
masing-masing individu mempunyai keterikatan, sehinggarasa kekeluargaan dan kegotong royongan terlihat dan dirasakan oleh anggota masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
masing-masing individu mempunyai keterikatan, sehinggarasa kekeluargaan dan kegotong royongan terlihat dan dirasakan oleh anggota masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Keburukan/kelemahannya
:
pola tradisi akan mengakibatkan kurang berkembang pola berfikir masyarakat
hasil produksi terbatas karena mengandalkan tenaga manusia dan factor alam
pengakuan adanya hak milik, kebebasan dan hak asasi manusia berdasarkan hukum adat.
pola tradisi akan mengakibatkan kurang berkembang pola berfikir masyarakat
hasil produksi terbatas karena mengandalkan tenaga manusia dan factor alam
pengakuan adanya hak milik, kebebasan dan hak asasi manusia berdasarkan hukum adat.
B.
Sistem Ekonomi Pasar
System
ekonomi ini dikenal juga dengan system ekonomi kapitalis atau system ekomoni
bebas.
Sistem ekonomi pasar adalah suatu system ekonomi, dimana sebagian besar barang-barang capital baik yang buatan manusia maupun buatan alam dimiliki oleh swasta, motivasi kegiatan ekonominya terutama adalah untuk mencari laba yang sebesar-besarnya bagi pemilik.
Sistem ekonomi pasar adalah suatu system ekonomi, dimana sebagian besar barang-barang capital baik yang buatan manusia maupun buatan alam dimiliki oleh swasta, motivasi kegiatan ekonominya terutama adalah untuk mencari laba yang sebesar-besarnya bagi pemilik.
Ciri-cirinya
:
1.
setiap
manusia baik sebagai produsen maupun konsumen dianggap sebagai homo ekonomikus
2.
pengakuan
adanya hak milik pribadi
3.
pengakuan
terhadap kebebasan dan hak-hak asasi manusia secara formal
4.
kedaulatan
konsumen dan kebebasan konsumen
5.
system
pasar dan persaingan bebas
6.
motif
mencari laba terpusat pada kepentingan diri sendiri
7.
peranan
pemerintah terbatas
Kebaikannya
:
setiap
orang diberi kebebasan dan kesempatan untuk berusaha sebaik-baiknya
setiap orang bebas memiliki alat-alat produksi
setiap orang bebas memilih bidang usaha yang disukainya
persaingan dapat menyebabkan adanya dorongan untuk maju
produksi barang dan jasa didasarkan pada kebutuhan pasar
tidak ada paksaan dari pemerintah
setiap orang bebas memiliki alat-alat produksi
setiap orang bebas memilih bidang usaha yang disukainya
persaingan dapat menyebabkan adanya dorongan untuk maju
produksi barang dan jasa didasarkan pada kebutuhan pasar
tidak ada paksaan dari pemerintah
Kelemahannya
:
adanya
kebebasan berusaha mengakibatkan yang kuat semakin kuat dan yang lemah semakin
terdesak dan akhirnya pailit atau mati
menimbulkan monopoloi yang merugikan manusia
menimbulkan eksploitasi ( penindasan )
tidak adanya pemerataan pendapatan
stabilitas perekonomian tidak terjamin, sering menimbulkan krisis.
menimbulkan monopoloi yang merugikan manusia
menimbulkan eksploitasi ( penindasan )
tidak adanya pemerataan pendapatan
stabilitas perekonomian tidak terjamin, sering menimbulkan krisis.
C.
Sistem Ekonomi Terpusat
Sistem
ekonomi ini disebut juga system ekonomi terkendali atau komando.
Sistem ekonomi terpusat adalah suatu system ekonomi dimana seluruh kebijaksanaan perekonomian diatur dan ditentukan oleh pemerintah pusat. Dalam prakteknya system ekonomi ini disebut juga system ekonomi sosialisme.
Sistem ekonomi terpusat adalah suatu system ekonomi dimana seluruh kebijaksanaan perekonomian diatur dan ditentukan oleh pemerintah pusat. Dalam prakteknya system ekonomi ini disebut juga system ekonomi sosialisme.
Ciri-cirinya
:
semua
alat dan sumber produksi adalah milik Negara, maka hak milik perseorangan tidak
ada
kebijakan perekonomian diatur oleh pemerintah pusat
produksi ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang paling mendesak
kebijakan perekonomian diatur oleh pemerintah pusat
produksi ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang paling mendesak
Kebaikannya
:
pemerintah
bertanggung jawab sepenuhnya terhadap perekonomian
pemerintah bebas menentukan barang yang akan diproduksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat
pemerintah mengatur distribusi barang produksi
mudah melakukan mengendalian dan pengawasan
pelaksanaan pembangunan bias lebih cepat
pemerintah bebas menentukan barang yang akan diproduksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat
pemerintah mengatur distribusi barang produksi
mudah melakukan mengendalian dan pengawasan
pelaksanaan pembangunan bias lebih cepat
Kelemahannya :
setiap
orang tidak memiliki apa-apa, kecuali barang yang sudah dibagi
pemerintah dominant mengatur seluruh kegiatan, sehingga potensi, inisiatif, dan daya kreasi tidak berkembang
segala apa yang diperintahkan pemerintah harus dilaksanakan
pemerintah dominant mengatur seluruh kegiatan, sehingga potensi, inisiatif, dan daya kreasi tidak berkembang
segala apa yang diperintahkan pemerintah harus dilaksanakan
D.Sistem
Ekonomi Campuran
Sistem
ekonomi campuran adalah merupakan perpaduan dari system ekonomi pasar dengan system
ekonomi terpusat, sehingga kelemahan-kelemahan yang ada tersebut bisa diatasi.
E.Sistem
Ekonomi Indonesia.
Sistem
ekonomi Indonesia sebenarnya adalah system ekonomi campuran yang berdasarkan
falsafah dan ideology Negara yaitu Pancasila.
Ciri-Ciri
Positif :
1.
perekonomian
disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan
2.
cabang-cabang
produksi yang penting bagi Negara dan menguasai hajat hidup orang banyak
dikuasai oleh Negara
3.
bumi,
air , dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan
dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat
4. sumber-sumber kekayaan dan keuangan
Negara digunakan dengan permufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat serta
pengawasan terhadap kebijaksanaannya ada pada lembaga perwakilan rakyat
5.
warga
Negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta
mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak
6.
hak
milik perseorangan diakui dan dalam pemanfaatannya tidak boleh bertentangan
dengan kepentingan masyarakat
7.
potensi,
inisiatif, dan daya kreasi setiap warga Negara diperkembangkan sepenuhnya dalam
batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum
8.
fakir
miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara
Ciri-ciri negatif :
1.
system
free fight liberalisme yang menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa
lain
2.
system
etatisme dalam Negara beserta aparatur ekonomi Negara bersifat dominant serta
mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sector
Negara
3.
pemusatan
kekuatan ekonomi pada suatu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan
masyarakat
B.
MASALAH
POKOK EKONOMI
Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia dihadapkan pada berbagai masalah. Hal ini dimungkinkan karena jumlah dan macam kebutuhan manusia tidak terbatas. Masalah pokok ekonomi yang dihadapi manusia dibedakan menjadi dua macam, yaitu masalah bagi produsen dan konsumen.
1.
Masalah
ekonomi bagi produsen
Berikut masalah ekonomi yang harus dihadapi oleh produsen
a. Barang apa yang harus diproduksi (what)
b. Bagaimana barang tersebut diproduksi (why)
c. Untuk siapa barang tersebut diproduksi (what for)
Berikut masalah ekonomi yang harus dihadapi oleh produsen
a. Barang apa yang harus diproduksi (what)
b. Bagaimana barang tersebut diproduksi (why)
c. Untuk siapa barang tersebut diproduksi (what for)
2.
Masalah
ekonomi yang dihadapi konsumen
Masalah pokok yang dihadapi konsumen adalah terbatasya alat pemuas, padahal kebutuhan manusia tidak terbatas. Agar konsumen dapat memenuhi berbagai kebutuhannya maka konsumenakan menyusun skala prioritas. Adapun hal-hal yang mempengaruhi skala prioritas adalah tingkat pendapatan / penghasilan, kedudukan seseorang, dan faktor lingkungan.
Masalah pokok yang dihadapi konsumen adalah terbatasya alat pemuas, padahal kebutuhan manusia tidak terbatas. Agar konsumen dapat memenuhi berbagai kebutuhannya maka konsumenakan menyusun skala prioritas. Adapun hal-hal yang mempengaruhi skala prioritas adalah tingkat pendapatan / penghasilan, kedudukan seseorang, dan faktor lingkungan.
C.
HILANGNYA
KESEMPATAN KERJA
Produksi merupakan kegiatan untuk menambah atau meningkatkan nilai guna barang/jasa. Usaha melakukan produksi memerlukan tenaga kerja. Jadi, dengan adanya kegiatan produksi akan menambah adanya kesempatan kerja bagi angkatan kerja.
Namun, dengan adanya kemajuan teknologi seperti adanya mekanisasi atau komputerisasi dapat mengakibatkan hilangnya kesempatan kerja. Begitu juga perubahan sistem produksi dari efisiensi tenaga kerja menjadi efisiensi modal. Jadi, faktor yang dapat menyebabkan hilangnya kesempatan kerja adalah berhenti dan berpindahnya kegiatan produksi, adanya mekanisasi dan komputerisasi serta produksi dengan sistem efisiensi modal.
Produksi merupakan kegiatan untuk menambah atau meningkatkan nilai guna barang/jasa. Usaha melakukan produksi memerlukan tenaga kerja. Jadi, dengan adanya kegiatan produksi akan menambah adanya kesempatan kerja bagi angkatan kerja.
Namun, dengan adanya kemajuan teknologi seperti adanya mekanisasi atau komputerisasi dapat mengakibatkan hilangnya kesempatan kerja. Begitu juga perubahan sistem produksi dari efisiensi tenaga kerja menjadi efisiensi modal. Jadi, faktor yang dapat menyebabkan hilangnya kesempatan kerja adalah berhenti dan berpindahnya kegiatan produksi, adanya mekanisasi dan komputerisasi serta produksi dengan sistem efisiensi modal.
D.
SISTEM EKONOMI
1.
Pengertian
Sistem ekonomi adalah kumpulan dari aturan-aturan atau kebijakan-kebijakan yang saling berkaitan dalam upaya memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran
Sistem ekonomi adalah kumpulan dari aturan-aturan atau kebijakan-kebijakan yang saling berkaitan dalam upaya memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran
2.
Macam-macam
sistem ekonomi
a. Sistem ekonomi tradisional adalah sistem ekonomi di mana kegiatan ekonominya yang masih sangat sederhana
a. Sistem ekonomi tradisional adalah sistem ekonomi di mana kegiatan ekonominya yang masih sangat sederhana
Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional adalah
1) masyarakat hidup berkelompok secara kekeluargaan,
2) tanah merupakan sumber kehidupan,
3) belum mengenal adanya pembagian kerja,
4) pertukaran secara barter,
5) tingkat dan macam produksi sesuai kebutuhan.
b. Sistem ekonomi adalah sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonominya diatur oleh pusat.
Ciri-ciri ekonomi komando adalah
1) semua sumber dan alat produksi dikuasai negara,
2) hak milik perorangan atas alat dan sumber produksi tidak ada,
3) kebijakan perekonomian sepenuhnya diatur pusat
4) Pembagian kerja diatur negara,
5) Masyarakat tidak dapat memilih jenis pekerjaan.
c. Sistem ekonomi pasar adalah sistem ekonomi yang sepenuhnya dilaksanakan oleh wisata, dan pemerintah hanya mengawasi jalannya perekonomian.
Ciri-ciri ekonomi pasar adalah
1) sumber dan alat produksi dikuasai oleh swasta,
2) rakyat diberi kebebasan mengatur sumber dan alat produksi
3) munculnya persaingan antarpengusaha
4) dalam masyarakat terdapat pembagian kelompok-kelompok, yaitu pemilik faktor produksi dan pekerja / buruh
d. Sistem ekonomi campuran adalah gabungan dari sistem ekonomi komando dan pasar, berikut ciri-ciri ekonomi pasar.
1) Alat produksi yang vital dikuasai negara
2) Alat produksi yang kurang penting dikelola swasta
3) Perekonomian dilaksanakan bersama antara pemerintah dan masyarakat
4) Hak milik diakui sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan umum
D. Masalah Perekonomian Nasional Indonesia
Sebelum
kita bicara tentang permasalahan ekonomi nasional Indonesia, kiranya perlu kita
ingat kembali masalah pokok, masalah dasar, dan masalah umum ekonomi yang dihadapai
oleh setiap bangsa. Pada hakikatnya, masalah ekonomi bersumber dari adanya
ketidak-seimbangan antara kebutuhan manusia dan alat pemuas kebutuhan yang
tersedia. Ketidak-seimbangan tersebut menyebabkan terjadinya kelangkaan alat
pemuas kebutuhan, dan pada akhirnya menyebabkan munculnya masalah ekonomi.
Masalah ini kemudian dikenal dengan masalah pokok ekonomi. Kita juga mengenal
tiga masalah dasar ekonomi yang dihadapi oleh setiap bangsa. Ke-tiga masalah
dasar itu adalah ”what” (Komoditi/alat pemuas apa yang harus dihasilkan?):
”How” (Bagaimana komoditi/alat pemuas harus dihasilkan?): serta ”For Whom”
(Untuk siapa komoditi/alat pemuas dihasilkan?) (Samuelson dan Nordhaus, 2001:
8). Selain masalah pokok dan masalah dasar tersebut, kita juga mengenal masalah
umum ekonomi yang dihadapai oleh hampir setiap negara. Masalah umum ekonomi itu
meliputi masalah pengangguran, rendahnya produktivitas tenaga kerja, inflasi,
ketidak-merataan hasil pembangunan, rendahnya pertumbuhan ekonomi,
kemiskinan, dan ketergantungan terhadap pihak luar negeri (untuk negara-negara
berkembang termasuk Indonesia).
Bagaimana dengan permasalahan
ekonomi yang dihadapi oleh bangsa Indonesia? Sistem ekonomi apa pula yang
dianut oleh bangsa Indonesia ?
Dari
pendapat para pakar ekonomi dapat dijelaskan bahwa permasalahan ekonomi yang
dihadapi bangsa Indonesia saat ini antara lain adalah:
1. Kemiskinan
Data BPS menunjukkan bahwa angka
kemiskinan Indonesia pada tahun 2008 masih berada pada tingkat yang cukup
tinggi, yaitu 15,42. Angka ini memang lebih rendah dibanding dengan angka
kemiskinan tahun sebelumnya. Namun demiian apabila jumlah penduduk Indonesia
pada tahun 2008 sekitar 240 juta jiwa, berarti masih ada sekitar 36 juta jiwa
penduduk Indonesia yang hidup dalam kemiskinan. Jumlah pen-duduk miskin ini
merupakan masalah yang cukup berat bagi pemerintah Indonesia. Pemerintah harus
menyediakan subsidi (BLT) yang semakin besar, sementara kemampuan keuangan
pemerintah (dari dalam negeri) juga tidak lebih baik.
2. Ketidakmerataan pendapatan masyarakat
Hasil pembangunan ekonomi nasional
seharusnya dapat dinikmati oleh seluruh penduduk Indonesia secara merata. Namun
kenyataannya, kelompok penduduk menengah ke atas cenderung lebih banyak
menikmati hasil pembangunan tersebut. Data tahun 2004 yang pada tahun
2008/2009 mungkin juga tidak mengalami perubahan secara signifikan,
menunjukkan bahwa 40% penduduk Indonesia yang berpendapatan rendah menikmati
hasil pembangunan (pembagian pendapatan) sebesar 20,8%; 40% penduduk Indonesia
yang berpendapatan menengah menikmati hasil pem-bangunan (pembagian pendapatan)
sebesar 37,1%; dan 20% penduduk Indonesia yang berpendapatan tinggi menikmati
hasil pembangunan (pembagian penda-patan) sebesar 42,1%. (Kuncoro, M., 2006:
140). Indeks Gini pun menunjukkan angka yang cukup besar yaitu 0,376 pada tahun
2007. Hal ini berarti bahwa hasil pembangunan ekonomi dalam bentuk pendapatan
nasional masih lebih banyak dinikmati oleh penduduk yang berpendapatan menegah
ke atas. Dengan kata lain masih terjadi ketidakmerataan pembagian pendapatan
sebagai hasil pembangunan ekonomi nasional.
3. Pengangguran
Data BPS menunjukkan bahwa angka
pengangguran terbuka pada tahun 2009 dibanding dengan tahun sebelumnya
menunjukkan kenaikan hingga menjadi 9%. Apabila jumlah penduduk Indonesia pada
pertengahan 2009 naik menjadi sekitar 242,5 juta jiwa, ini berarti jumlah
penganggur di Indonesia pada tahun 2009 menjadi sekitar 21,82 juta jiwa.
Jumlah penganggur ini merupakan masalah yang berat bagi pemerintah Indonesia,
karena kemampuan pemerintah untuk menyediakan lapangan kerja pada tahun 2009
masih jauh dari jumlah tersebut.
4.
Inflasi yang relatif masih cukup tinggi
Data Moneter Bank Indonesia 2009
menunjukkan bahwa tingkat inflasi pada bulan Januari 2009 adalah 9,17%. Tingkat
inflasi ini lebih rendah dibanding tingkat inflasi pada bulan Desember 2008
yaitu 11,06%. Namun demikian, tingkat inflasi itu masih harus ditekan lebih
rendah lagi agar daya beli masya-rakat bisa meningkat, sehingga
kesejahteraannya juga meningkat.
5.
Ketergantungan terhadap luar negeri cukup tinggi
Dalam aspek produksi tertentu,
pemerintah Indonesia masih bergantung pada (diatur) luar negeri, misalnya dalam
hal pengelolaan SDA (sumber daya alam). Hal ini mengakibatkan hasil yang
diperoleh bangsa Indo-nesia dari pengelolaan SDA tersebut menjadi tidak
optimal. Utang luar negeri pun semakin meningkat, (tahun 2009 mencapai Rp1.667
Tr). Akibatnya lebih dari 30% APBN digunakan untuk membayar agsuran utang luar
negeri. Jumlah angsuran sebesar itu tentu akan menganggu pelaksanaan
pembangunan nasional, yang pada akhirnya akan mengurangi kesejahteraan rakyat.
Solusi
untuk memecahkan masalah perekonoian bangsa Indonesia tersebut sedikit banyak
tentu dipengaruhi oleh sistem ekonomi yang dianut oleh negara Indonesia.
Sebelum kita berbicara tentang sistem ekonomi yang dianut Indonesia, ada
baiknya kita tengok kembali berbagai sistem ekonomi yang pernah ada di dunia.
Samuelson dan Nordhaus (2001: 9) menyebutkan tiga sistem ekonomi yang
berpengaruh terhadap pemecahan masalah ekonomi. Ketiga sistem ekonomi tersebut
adalah sistem ekonomi pasar (liberalis), sistem ekonomi terpimpin (sosialis),
dan sistem ekonomi campuran.
E. MASALAH-MASALAH DALAM EKONOMI INTERNASIONAL
Aspek
dan permasalahan apakah yang dipelajari oleh bidang ilmu ekonomi internasional
mengenai ketiga bentuk hubungan ekonomi tersebut? Banyak aspek dan permasalahan
yang dikaji oleh bidang ilmu ini, tetapi berikut ini kita sebutkan beberapa
contoh aspek dan permasalahan utama yang dipelajari oleh bidang ilmu ini:
(a) Pola perdagangan. Mengapa suatu negara mempunyai pola
ekspor dan pola impor tertentu? Faktor apa yang mempengaruhinya? Misalnya,
mengapa justru Indonesia mengekspor minyak bumi, kayu, tekstil, barang
kerajinan, dan mengimpor beras, mesin, bijih besi dan sebagainya? Apa yang
menentukan pola perdagangan seperti ini?(b) Harga ekspor dan impor. Bagaimanakah harga barang ekspor dan harga barang impor ditentukan? Faktor-faktor apa yang menentukannya? Misalnya, mengapa harga minyak bumi dan barang-barang hasil industri meningkat lebih cepat dari pada harga hasil-hasil pertanian seperti karet, teh, lada?
(c) Manfaat perdagangan. Apakah manfaat dari adanya hubungan ekonomi luar negeri bagi suatu negara? Apakah pengaruh hubungan ekonomi tersebut terhadap kesejahteraan nasional? Apakah untung dan rugi dari adanya hubungan ekonomi luar negeri dari segi konsumsi, produksi, distribusi pendapatan dan pembangunan ekonomi pada umumnya?
(d) Pengaruh makro. Apakah pengaruh hubungan perdagangan terhadap keadaan makro dan moneter di dalam negeri? Misalnya, apabila ekspor meningkat, apakah akibat dari itu .terhadap tingkat harga dalam negeri, GDP, jumlah uang yang beredar dan sebagainya?
(e) Mekanisme neraca pembayaran. Bagaimanakah proses penyesuaian neraca pembayaran suatu negara apabila terjadi perubahan situasi ekonomi (misalnya, kenaikan harga ekspor) atau apabila dilaksanakan suatu kebijaksanaan tertentu (misalnya, devaluasi)?
(f) Politik perdagangan luar negeri. Apakah untung-rugi dari kebijaksanaan pengenaan tarif bea masuk, pelarangan impor, kuota, subsidi, pajak ekspor dan sebagainya bagi perekonomian nasional dan bagi perekonomian dunia?
(g) Persekutuan perdagangan. Apakah akibat dari diadakannya persekutuan perdagangan, seperti Pasaran Bersama Eropah dan (secara lebih terbatas) ASEAN? Apakah keuntungan dan kerugiannya bagi masing-masing negara anggota?
(h) Modal luar negeri. Apakah untung-rugi dari penanaman modal asing dan bantuan luar negeri? Bentuk penanaman modal dan bantuan yang bagaimana yang menguntungkan dan yang bagaimana merugikan negara penerima? Adakah tindakan-tindakan yang bisa diambil pemerintah untuk menghindari atau mengurangi akibat-akibat negatifnya?
(i) Pengalihan teknologi. Bagaimanakah proses pengalihan teknologi dari suatu negara ke negara lain? Adakah kerugian-kerugian yang perlu dihindari dalam proses ini? Kebijaksanaan apa-kah yang bisa memperlancar proses pengalihan teknologi tersebut?
Solusi Atas Krisis
Ekonomi
Satu-satunya jalan untuk
keluar dari krisis yang diakibatkan oleh sistem moneter adalah dengan kembali
ke sistem moneter berbasis emas. Pasalnya, sistem ini telah terbukti mampu
menstabilkan moneter dunia dalam kurun waktu yang sangat lama. Lebih dari itu,
sistem ini kebal dari inflasi. Oleh karena itu, ketika dunia dilanda krisis
ekonomi paling parah, tahun 1926, banyak orang menyerukan untuk kembali ke
sistem emas. Sistem ini bersifat universal dan fixed. Ketika Anda memiliki 100 gram emas,
maka ia dapat Anda tukarkan dengan mata uang apapun di dunia ini, tanpa
mengurangi sedikitpun nilainya. Ini menunjukkan bahwa sistem ini bersifat
universal dan tidak terpengaruh oleh sekat bangsa, negara, maupun kekacauan
politik.
Selain itu, kewajiban untuk
menggunakan emas dan perak sebagai standar moneter telah digariskan oleh
nash-nash syariah. Untuk itu, kembali ke standar moneter berbasis emas
merupakan kewajiban syariah bagi kaum Muslim.
Menurut Syakih ‘Atha’ Abu
Rasytah, untuk kembali ke sistem ini harus disepakati syarat-syarat berikut
ini. Pertama:
adanya kebebasan dalam ekspor dan impor emas. Dengan kata lain, keluar-masuknya
emas di seluruh dunia tidak boleh dibatasi dengan batasan atau syarat tertentu.
Ini ditujukan agar nilai tukarnya bisa stabil dan terus terjaga. Kedua: adanya kebebasan
untuk menukarkan mata uang apapun yang di-back-up
dengan emas, dengan emas, kapan pun dan di mana pun, sesuai dengan nilai yang
dikandungnya. Ketiga:
adanya kebebasan dalam hal mencetak dan melebur mata uang emas.
Adapun untuk mengatasi
krisis ekonomi akibat neraca pembayaran, sesungguhnya ini disebabkan oleh
neraca pemasukan (kredit) tidak lagi mampu meng-cover pengeluaran-pengeluaran suatu negara.
Untuk itu diperlukan langkah-langkah untuk menyeimbangkan neraca pembayaran
tersebut. Hanya saja, langkah yang selama ini diambil oleh negara-negara
berkembang adalah dengan mengandalkan pinjaman ribawi dari luar negeri,
penarikan pajak, penjualan aset negara (privatisasi), dan lain sebagainya.
Ironisnya, langkah-langkah tersebut di kemudian hari justru semakin menambah
beban berat bagi neraca pembayaran.
Sebenarnya, masih banyak
hal-hal penting lain yang bisa diambil dari buku ini. Namun, karena
keterbatasan tempat, hal-hal penting itu tidak bisa disarikan dalam telaah
kitab kali ini.
Sungguh, buku ini merupakan
sumbangsih berharga dari Amir Hizbut Tahrir untuk menyelesaikan krisis ekonomi
yang disebabkan oleh kerapuhan sistem moneter dunia dan neraca pembayaran
negara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar